Senin, 19 Agustus 2019

TUGAS 3 MANAJEMEN KELAS SD


Manajemen Kelas

A. Konsep Manajemen Kelas
       Terminologi manajemen kelas (classroom management) dibangun oleh dua kata, yaitu manajemen (management) dan kelas dalam makna ruang kelas (classroom), yang di perguruan tinggi di sebut dengan ruang kuliah. Berkaitan dengan definisi dan makna istilah manajemen, di atas telah didefinisikan dan diberi makna dengan mengedepankan beberapa pendapat ahli. Berikut ini disajikan beberapa makna dari manajemen kelas.
     Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) kelas didefinisikan sebagai ruang tempat belajar di sekolah. Hornby dalam Oxford Advanced Learner's Dictionary (1986) mendefinisikan kelas (class) sebagai group of students taught together atau occation this group meets to be tought. Dengan demikian, kelas merupakan sekelompok siswa yang belajar bersama atau suatu wahana ketika kelompok itu menjalani proses pembelajaran pada tempat dan waktu yang format secara formal. Pada tataran paling awam, kelas bermakna "tingkatan" untuk menunjukkan status atau posisi siswa di sekolah tertentu, misalnya kelas I, keelas II, dan sebaginya.
    Dari definisi kelas yang di sajikan diatas dapat disimpulkan bahwa kelas adalah tempat kegiatan proses pembelajaran. Namun, dalam konteks interaksi guru dengan siswa, proses pembelajaran dapat terjadi di luar kelas, laboratorium, objek-objek bernilai sejarah, dan lain-lain.
    Manajemen kelas merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai guru dalam menjalankan tugas keprofesionalannya.
 Menurut Akdon, (2009:11) manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia secara efektif, yang didukung oleh sumber-sumber lainnya dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu.
J.M. Cooper (1977) merumuskan lima definisi mengenai manajemen kelas:
1.       Manajemen kelas dipandang sebagai suatu proses untuk mengendalikan atau mengontrol perilaku siswa di dalam kelas.
2.      Manajemen kelas merupakan upaya menciptakan kebebasan atau semangat egaliter bagi diri siswa.
3.      Manajemen kelas dipandang sebagai suatu proses memodifikasi perilaku siswa (student behavioral modification).
4.      Manajemen kelas dipandang sebagai suatu proses menciptakan suasana sosioemosional yang positif di dalam kelas.
5.      Manajemen kelas dipandang sebagai upaya pemberdayaan (empowering) sebuah sistem sosial atau proses kelompok belajar siswa (group processes)sebagai intinya.
    Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas menekankan pada pengaturan oleh seseorang guna tercapainya tujuan yang sudah direncanakan dengan baik.

B.  Tujuan Manajemen Kelas

Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana social yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual,. (Djamarah dan Zain, 2010:178).

Tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut (wijaya dan Rusyan, (1994:114)

  1. Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
  2. Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban. 
  3. Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang. 

Sedangkan menurut mudasir (2011:20), tujuan manajemen kelas atau pengelolaan adalah sebagai berikut:
  1. Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar.
  2. Menghilangkan berbagai hambatan belajar yang dapat menghalangi terwujudnya kegiatan belajar. 
  3. Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa di kelas. 
  4. Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi dan budaya serta sifat individual.
C.  Proses Manajemen Kelas  
       Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan kelas adalah:
1. Mengecek kehadiran siswa. Siswa di lihat keberadaannya satu persatu terutama diarahkan untuk melihat kesiapannya dalam mengikuti proses belajar mengajar
2. Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut
3. Pendistribusian bahan dan alat
4. Mengumpulkan informasi dari siswa
5. Mencatat data
6. Pemeliharaan arsip
7. Menyampaikan materi pelajaran
8.  Memberikan tugas/PR
            Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan para guru, khususnya guru baru dalam pertemuan pertama dengan siswa di kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen (1996:13) adalah:
1. Ketika bertemu dengan siswa, guru harus:
    a. Bersikap tenang dan percaya diri
    b. Tidak menunjukkan rasa cemas, muka masam atau sikap tidak simpatik
    c. Memberikan salam lalu memperkenalkan diri
   d. Memberikan format isian tentang data pribadi siswa.
2. Guru memberikan tugas kepada siswa dengan tertib dan lancar
3. Mengatur tempat duduk siswa dengan tertib dan teratur
4. Tata cara berbicara dan tanya jawab
5. Bertindak disiplin baik terhadap siswa maupun terhadap diri sendiri.

D.  Strategi Manajemen Kelas
      Ragam strategi manajemen kelas menurut Santrock (2008:7-8) meliputi: 
1.      Penataan lingkungan belajar
     Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman belajar, dapat di klasifikasikan dalam lingkungan (keadaan) fisik dan lingkungan sosial. Pengelolaan lingkungan fisik meliputi penataan ruang kelas, pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup menjamin kesehatan siswa dan pengaturan penyimpanan barang yang diatur sedemikian rupa sehingga barang-barang tersebut segera dapat digunakan.
2.      Cara pengajaran guru (pendidik)
Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar yang efektif, maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta didik yang bervariasi, maka seorang pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat mengaplikasikannya secara fleksibel Dalam hal ini guru harus mampu menguasai materi pelajaran, strategi pengajaran, mempunyai keahlian mengelola kelas, keahlian motivasional, keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam.



Daftar Rujukan

Akdon, dan Riduwan. 2009. Aplikasi Statistika dan Metode Penelitian untuk Administrasi dan Manajemen. Bandung: Dewa Ruci. 
Arikunto, Suharsimi. 1988. Pengelolan Kelas dan Siswa. Jakarta: CV Rajawali.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta. 
Hornby, A.S. 1986. Oxford Advanced Learner Dictionary. Great Britian: Oxford University Press.
Mudasir. 2011. Manajemen Kelas. Yogyakarta: Zanafa Publishing.
Wijaya, Cece dan Rusyan, A. Tabrani. 1994. Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.


4 komentar:

TUGAS 14 MEMBINA SEKOLAH DENGAN HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM MELAKASANAKAN DISIPLIN SEKOLAH

MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH A.     Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masya...