Manajemen Kelas
A.
Konsep Manajemen Kelas
Terminologi
manajemen kelas (classroom management) dibangun oleh dua kata, yaitu
manajemen (management) dan kelas dalam makna ruang kelas (classroom),
yang di perguruan tinggi di sebut dengan ruang kuliah. Berkaitan dengan
definisi dan makna istilah manajemen, di atas telah didefinisikan dan diberi
makna dengan mengedepankan beberapa pendapat ahli. Berikut ini disajikan
beberapa makna dari manajemen kelas.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) kelas didefinisikan sebagai ruang
tempat belajar di sekolah. Hornby dalam Oxford Advanced Learner's
Dictionary (1986) mendefinisikan kelas (class) sebagai group
of students taught together atau occation this group meets to
be tought. Dengan demikian, kelas merupakan sekelompok siswa yang belajar
bersama atau suatu wahana ketika kelompok itu menjalani proses pembelajaran
pada tempat dan waktu yang format secara formal. Pada tataran paling awam,
kelas bermakna "tingkatan" untuk menunjukkan status atau posisi siswa
di sekolah tertentu, misalnya kelas I, keelas II, dan sebaginya.
Dari definisi kelas yang di sajikan diatas dapat disimpulkan bahwa kelas adalah
tempat kegiatan proses pembelajaran. Namun, dalam konteks interaksi guru dengan
siswa, proses pembelajaran dapat terjadi di luar kelas, laboratorium,
objek-objek bernilai sejarah, dan lain-lain.
Manajemen kelas merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai guru
dalam menjalankan tugas keprofesionalannya.
Menurut Akdon,
(2009:11) manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber
daya manusia secara efektif, yang didukung oleh sumber-sumber lainnya dalam
suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu.
J.M. Cooper (1977) merumuskan lima definisi mengenai
manajemen kelas:
1. Manajemen kelas dipandang sebagai suatu proses
untuk mengendalikan atau mengontrol perilaku siswa di dalam kelas.
2. Manajemen kelas merupakan upaya
menciptakan kebebasan atau semangat egaliter bagi diri siswa.
3. Manajemen kelas dipandang sebagai
suatu proses memodifikasi perilaku siswa (student behavioral modification).
4. Manajemen kelas dipandang sebagai
suatu proses menciptakan suasana sosioemosional yang positif di dalam kelas.
5. Manajemen kelas dipandang sebagai
upaya pemberdayaan (empowering) sebuah sistem sosial atau proses
kelompok belajar siswa (group processes)sebagai intinya.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas
menekankan pada pengaturan oleh seseorang guna tercapainya tujuan yang sudah
direncanakan dengan baik.
B.
Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah
terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah
penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam
lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang
disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana social
yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual,. (Djamarah
dan Zain, 2010:178).
Tujuan manajemen kelas adalah sebagai berikut (wijaya dan Rusyan, (1994:114)
- Agar pengajaran dapat dilakukan secara maksimal, sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
- Untuk memberi kemudahan dalam usaha memantau kemajuan siswa dalam pelajarannya. Dengan Manajemen Kelas, guru mudah untuk melihat dan mengamati setiap kemajuan/ perkembangan yang dicapai siswa, terutama siswa yang tergolong lamban.
- Untuk memberi kemudahan dalam mengangkat masalah-masalah penting untuk dibicarakan dikelas demi perbaikan pengajaran pada masa mendatang.
Sedangkan menurut mudasir (2011:20), tujuan manajemen kelas atau
pengelolaan adalah sebagai berikut:
- Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar.
- Menghilangkan berbagai hambatan belajar yang dapat menghalangi terwujudnya kegiatan belajar.
- Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa di kelas.
- Membina dan membimbing sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi dan budaya serta sifat individual.
C.
Proses Manajemen Kelas
Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai
aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan kelas
adalah:
1.
Mengecek kehadiran siswa. Siswa di lihat keberadaannya satu persatu terutama
diarahkan untuk melihat kesiapannya dalam mengikuti proses belajar mengajar
2.
Mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan
tersebut
3.
Pendistribusian bahan dan alat
4.
Mengumpulkan informasi dari siswa
5.
Mencatat data
6.
Pemeliharaan arsip
7.
Menyampaikan materi pelajaran
8.
Memberikan tugas/PR
Sedangkan hal-hal yang perlu
diperhatikan para guru, khususnya guru baru dalam pertemuan pertama dengan
siswa di kelas menurut Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen (1996:13) adalah:
1.
Ketika bertemu dengan siswa, guru harus:
a. Bersikap tenang dan percaya diri
b. Tidak menunjukkan rasa cemas, muka masam atau sikap tidak simpatik
c. Memberikan salam lalu memperkenalkan diri
d. Memberikan format isian tentang data pribadi siswa.
2.
Guru memberikan tugas kepada siswa dengan tertib dan lancar
3.
Mengatur tempat duduk siswa dengan tertib dan teratur
4.
Tata cara berbicara dan tanya jawab
5.
Bertindak disiplin baik terhadap siswa maupun terhadap diri sendiri.
D.
Strategi Manajemen Kelas
Ragam strategi manajemen kelas menurut Santrock (2008:7-8) meliputi:
1. Penataan lingkungan belajar
Lingkungan belajar di kelas sebagai situasi buatan yang
berhubungan dengan proses pembelajaran atau konteks terjadinya pengalaman
belajar, dapat di klasifikasikan dalam lingkungan (keadaan) fisik dan
lingkungan sosial. Pengelolaan lingkungan fisik meliputi penataan ruang kelas,
pengaturan tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya yang cukup menjamin
kesehatan siswa dan pengaturan penyimpanan barang yang diatur sedemikian rupa
sehingga barang-barang tersebut segera dapat digunakan.
2. Cara pengajaran guru (pendidik)
Dalam rangka memelihara kondisi dan suasana belajar
yang efektif, maka guru harus mampu memilih cara yang tepat dalam pelaksanaan
pembelajaran. Karena mengajar adalah hal yang kompleks dan melibatkan peserta
didik yang bervariasi, maka seorang pendidik harus mampu dan menguasai beragam strategi dan perspektif serta dapat
mengaplikasikannya secara fleksibel Dalam hal ini guru harus mampu menguasai
materi pelajaran, strategi pengajaran, mempunyai keahlian mengelola kelas,
keahlian motivasional, keahlian komunikasi dan dapat bekerja secara efektif
dengan murid dari latar belakang kultural yang beragam.
Daftar
Rujukan
Akdon, dan Riduwan. 2009. Aplikasi Statistika dan
Metode Penelitian untuk Administrasi dan Manajemen. Bandung: Dewa
Ruci.
Arikunto, Suharsimi. 1988. Pengelolan Kelas dan
Siswa. Jakarta: CV Rajawali.
Djamarah, Syaiful
Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Hornby,
A.S. 1986. Oxford Advanced Learner
Dictionary. Great Britian:
Oxford University Press.
Mudasir. 2011. Manajemen Kelas. Yogyakarta: Zanafa
Publishing.
Wijaya, Cece dan Rusyan, A. Tabrani. 1994. Kemampuan
Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sangat membantu sekali 👍
BalasHapuskeren sekai kk
BalasHapusMaterinya bagus dan sangat bermanfaat sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapus