KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN MANAJEMEN KELAS
A. Pengertian komponen
keterampilan manajemen kelas
Komponen-komponen
keterampilan pengelolaan kelas ini pada umumnya dibagi menjadi dua bagian,
yaitu keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi
belajar yang optimal (bersifat preventif ) dan keterampilan yang berhubungan
dengan pengembangan kondisi belajar yang optimal.
1. Keterrampilan yang Berhubungan dengan Penciptaan dan Pemeliharaan Kondisi Belajar yang Optimal.
1. Keterrampilan yang Berhubungan dengan Penciptaan dan Pemeliharaan Kondisi Belajar yang Optimal.
Keterampilan
ini berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan
mengendalikan pelajaran, yaitu :
- Singkap Tanggap, dapat dilakukan dengan cara :
- Memandang secara seksama.
- Gerak mendekati.
- Memberi pernyataan.
- Memberi reaksi terhadap gangguan dan kekacauan.
- Membagi Perhatian, dapat dilakukan dengan cara :
- Visual,guru dapat mengubah pandangannya dalam memperhatikan kegiatan pembelajaran.
- Verbal, guru dapat memberi komentar, penjelasan, pertanyaan dan sebagainya terhadap aktivitas anak didik sementara ia memimpin aktivitas anak didik.
- Pemusatan Perhatian Kelompok, dapat dilakukan dengan cara :
- Memberi tanda, dengan cara menciptakan atau membuat situasi tentang suatu objek sebelum diperkenalkan kepada siswa.
- Pengarahan dan Petunjuk yang jelas.
- Penghentian, guru dapat menanggulangi terhadap anak didik yang nyata-nyata melanggar dan mengganggu untuk aktif dalam kegiatan di kelas.
2.keterampilan yang Berhubungan dengan
Pengembangan Kondisi Belajar yang Optimal.
Keterampilan ini berkaitan dengan tanggapan guru terhadap
gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan
tindakan remidial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal. Apabila
terdapat anak didik yang menimbilkan gangguan yang berulang-ulang meskipun guru
telah menggunakan tingkah laku dan tanggapan yang sesuai. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara :
- Modifikasi Tingkah Laku.
- Pendekatan Pemecahan Masalah Kelompok.
- Menemukan daan Memecahkan Tingkah Laku yang Menimbulkan Masalah.
- Prinsip-prinsip Pengelolaan Kelas
“Secara umum faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas
dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa.”
(Djamarah 2006:184). Faktor intern siswa berhubungan dengan masalah emosi,
pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa denga ciri-ciri khasnya masing-masing
menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya sacara individual. Perbedaan
sacara individual ini dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis,
intelektual, dan psikologis. Faktor ekstern siswa terkait dengan masalah
suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, jumlah
siswa, dan sebagainya. Masalah jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika
kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas
akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah
siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik.
Djamarah (2006:185) menyebutkan “Dalam rangka memperkecil
masalah gangguan dalam pengelolaan kelas dapat dipergunakan.” Prinsip-prinsip
pengelolaan kelas yang dikemukakan oleh Djamarah adalah sebagai berikut:
1.Hangat dan Antusias
Hangat
dan Antusias diperlukan dalam proses belajar mengajar. Guru yang hangat dan
akrab pada anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada
aktifitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
2.Tantangan
Penggunaan
kata-kata, tindakan, cara kerja, atau bahan-bahan yang menantang akan
meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan
munculnya tingkah laku yang menyimpang.
3.Bervariasi
Penggunaan
alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru dan anak didik
akan mengurangi munculnya gangguan, meningkatkan perhatian siswa.
4.Keluwesan
Keluwesan
tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah
kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar
yang efektif.
5.Penekanan pada Hal-Hal yang
Positif
Pada
dasarnya dalam mengajar dan mendidik, guru harus menekankan pada hal-hal yang
positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal-hal yang negatif.
6.Penanaman Disiplin Diri
Tujuan
akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan dislipin
diri sendiri dan guru hendaknya menjadi teladan mengendalikan diri dan
pelaksanaan tanggung jawab.
B.
Macam-Macam Komponen
a. Keterampilan manajemen Kelas
Keterampilan
yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang
optimal (bersifat prevetif).
- Sikap tanggap Memandang Secara Seksama, Gerak Mendekati, Memberi Pernyataan, memberi Reaksi Terhadap Gangguan/Kekacauan.
- Memberi perhatian Yaitu berupa Visual dan Verbal).
- Pemusatan perhatian kelompok Menyiapkan Siswa, Tanggungjawab Siswa, Pengarahan Atau Petunjuk Yg Jelas, Teguran, Penguatan, Kelancaran / Kemajuan.
b. Keterampilan yang berhubungan
dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal.
- Memodifikasi Tingkah Laku
- Pengelolaan Kelompok
- Menemukan dan Memecahkan Tingkah Laku Yang Menimbulkan Masalah
C. Permasalahan Dalam Komponen Keterampilan Manajemen Kelas
1. Masalah individu
Masalah individu adalah segala
permasalahan yang melekat pada perorangan baik karena aktivitasnya sebelum di
kelas yaitu di rumah, di jalan dan di lingkungan sekolah sehingga muncul dkelas
atau permasalahan yang muncul pada saat proses pembelajaran berlangsung karena
interaksinya dengan siswa lain atau guru. Masalah individu muncul bila terjadi
stimulus yang tidak di harapkan dari sikap siswa lain atau dari sikap guru bahkan
bisa datang dari materi belajar. Stimulus yang berlebihan dari guru terhadap siswapun
akan memicu permasalahan.
2. masalah kelompok
Masalah kelompok adalah masalah yang muncul
karena kolektivitas siswa yang tidak teroganisir sehingga memunculkan
kecemburuan atau ketidak setujuan yang tidak dikemukakan yang pada akhirnya
akan menurunkan semangat belajar individu. Permasalahan dalam kelompok terjadi
karena kurang awasnya guru dalam menentukan kelompok atau stimulis yang
diberikan guru tidak dapat memunculkan gairah dalam belajar secara keseluruhan.
DAFTAR
PUSTAKA
Bahri
Djamara, Syaiful dan Zain, Aswan. Strategi Belajar Mengajar. (Jakarta: Rineka
Cipta 2006). Cet. Ke-6
Rukmana,
Ade dan Suryana, Asep. Pengelolaan Kelas. (Bandung: Upi Press 2006). Cet. Ke-1
Syaiful
Bahri Djamara dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta
2006). Hal . 175
Bahri
Dzamarah, Syaiful. Guru dan Anak Didik
dalam Interaksi Edukatif
Sangat bermanfaat dan berguna
BalasHapusbagus
BalasHapusBagus
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus