Sabtu, 31 Agustus 2019

JUDUL 12 TAHAPAN PENANGGULANGAN DISIPLIN KELAS


Tahapan Penanggulangan Disiplin Kelas

A.    Tindakan Preventif (Pencegahan)

Preventif secara etimologi berasal dari bahasa latin pravenire yang artinya datang sebelum/antisipasi/mencegah untuk tidak terjadi sesuatu. Dalam pengertian yang luas preventif diartikan sebagai upaya secara sengaja dilakukan untuk mencegah terjadinyan gangguan, kerusakan, atau kerugian bagi seseorang.
Menurut Rachman (1997) Tindakan preventif (pencegahan) adalah tindakan yang dilakukan sebelum munculnya tingkah laku yang menyimpang yang mengganggu kondisi optimal berlangsungnya pembelajaran. Upaya ini dilakukan dengan pemberian pengaruh yang positif terhadap individu serta dengan menciptakan suasana lingkungan sekolah, termasuk pengajaran yang menyenangkan.
Tindakan Preventif merupakan suatu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan untuk dapat mencegah atau juga mengurangi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang. Tindakan preventif (pencegahan) ini dilakukan manusia, baik itu secara pribadi atau juga berkelompok untuk dapat melindungi diri mereka dari hal buruk yang mungkin dapat terjadi.
Tindakan preventif adalah tindakan untuk melakukan pencegahan dimana sasarannya adalah mengembalikan permasalahan siswa yang tidak terlepas dari faktor lingkungan di mana ia tinggal.
Menurut  Rachman (dalam Tim Dosen Administrasi Pendidikan, 2012: 119) mengemukakan langkah-langkah Tindakan Preventif (pencegahannya) sebagai berikut:
1.      Peningkatan kesadaran diri sebagai guru
2.      Peningkatan kesadaran siswa
3.      Sikap Polos dan Tulus dari Guru
4.      Mengenal dan menemukan alternatif pengelolaan
5.      Menciptakan "kontrak sosial"

B.     Tindakan Kuratif (Penyembuhan)

Upaya Kuratif disebut juga upaya korektif yaitu usaha untuk merubah permasalahan yang terjadi dengan cara memberikan pendidikan dan pengarahan kepada mereka (merubah keadaan yang salah kepada keadaan yang benar)
Tindakan kuratif (penyembuhan) adalah tindakan yang diambil setelah terjadinya tindak penyimpangan sosial. Tindakan ini ditujukan untuk memberikan penyadaran kepada para pelaku penyimpangan agar dapat menyadari kesalahannya dan serta mampu memperbaiki kehidupannya, sehingga di kemudian hari tidak lagi mengulangi kesalahannya.
Dalam kegiatan memanajemen kelas, pelanggaran yang sudah terlanjur dilakukan peserta didik atau sejumlah peserta didik perlu ditanggulangi dengan tindakan penyembuhan baik secara individual maupun secara kelompok.
Menurut Johar Permana (dalam Abdul Majid 2013:122) mengemukakan ada 5 langkah-langkah kegiatan Tindakan Penyembuhan (Kuratif) yaitu sebagai berikut:
1.      Mengidentifikasi masalah
Pada langkah pertama ini guru melakukan kegiatan untuk mengenal atau mengetahui masalah-masalah yang timbul dalam kelas. Dari masalah-masalah tersebut guru harus dapat mengidentifikasi jenis-jenis penyimpangan sekaligus mengetahui siswa yang melakukan penyimpangan tersebut.
2.      Menganalisa masalah
Pada langkah kedua ini, kegiatan guru adalah berusaha untuk menganalisa penyimpangan tersebut dan menyimpulkan latar belakang dan sumber dari pada penyimpangan itu. Setelah diketahui sumber penyimpangan guru kemudian melanjutkan usahanya untuk menentukan alternatif-alternati penanggulangan atau penyembuhan penyimpangan tersebut.
3.      Menilai alternatif-alternatif pemecahan, menilai dan melaksanakan salah satu alternatif pemecahan
Pada langkah ketiga ini, kegiatan yang dilakukan adalah memilih alternatif berdasarkan sejumlah alternatif pemecahan masalah yang telah disusun. Artinya alternatif mana yang paling tepat untuk menanggulangi penyimpangan tersebut.
4.      Melaksanakan alternatif yang telah ditetapkan
Setelah ditetapkan alternatif yang tepat maka langkah selanjutnya adalah melaksanakan alternatif tersebut.
5.      Mendapatkan balikan dari hasil pelaksanaan alternatif pemecahan masalah yang dimaksud.
Langkah ini didahului dengan langkah monitoring yaitu kegiatan untuk mendapatkan data yang merupakan balikan untuk menilai apakah pelaksanaan dari alternatif pemecahan yang dipilih telah mencapai sasaran sesuai dengan yang direncanakan atau bahkan terjadi perkembangan baru yang lebih baik, semua ini merupakan dasar untuk melakukan perbaikan program.
Menurut Ahmad Rohani (2010:162) mengemukakan langkah-langkah implementasi yang dapat dilakukan dalam tindakan penyembuhan (Kuratif) sebagai berikut:
1.      Mengidentifikasi peserta didik yang mendapat kesulitan untuk menerima dan mengikuti tata tertib atau menerima konsekuensi dan pelanggaran yang dibuatnya.
2.       Membuat rencana yang diperkirakan paling tepat tentang langkah-langkah yang akan ditempuh dalam mengadakan kontrak dengan peserta didik.
3.      Menetapkan waktu pertemuan dengan peserta didik tersebut yang disetujui bersama oleh guru dan peserta didik yang bersangkutan.
4.      bila saatnya pertemuan dengan peserta didik jelaskanlah maksud diperoleh baik oleh peserta didik maupun oleh sekolah.
5.      Tunjukkanlah kepada peserta didik bahwa guru pun bukan orang yang sempurna dan tidak bebas dari kekurangan dan kelemahan dalam berbagai hal. Akan tetapi yang penting antara guru dan peserta didik harus ada kesadaran untuk bersama-sama belajar saling memperbaiki diri, saling mengingatkan bagi kepentingan bersama.
6.      Bila pertemuan yang diadakan dan ternyata peserta didik responsif maka guru bisa mengajak peserta didik untuk melaksankan diskusi tentang masalah yang dihadapinya.
7.      Pertemuan guru dan peserta didik harus sampai kepada pemecahan masalah dan sampai kepada “kontak individual” yang diterima peserta didik dalam rangka memperbaiki tingkah laku peserta didik tentang pelanggaran yang dibuatnya.
8.      Melakukan kegiatan tindak lanjut.


DAFTAR PUSTAKA

Abdul, Majid. 2013. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi
Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Ahmad, Rohani. 2010. Pengelolaan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Rachman, Maman. 1997. Manajemen Kelas. Semarang: Depdikbud Ditjen Dikti.

Tim Dosen Administrasi Pendidikan. 2012. Manajemen pendidikan. Bandung: Alfabeta

8 komentar:

TUGAS 14 MEMBINA SEKOLAH DENGAN HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM MELAKASANAKAN DISIPLIN SEKOLAH

MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH A.     Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masya...