TUGAS
MANAJEMEN KE-2
TUGAS
MANAJEMEN
KELAS di SD
OLEH:
MONICA AMALIA: 1620174
DOSEN PEMBIMBING:
YESSI RIFMASARI, M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
(PGSD)
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP)
ADZKIA
PADANG
2019
A. Manajemen Pembelajaran
1.
KONSEP
MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Konsep Manajemen Pembelajaran Proses
pembelajaran sangat terkait dengan berbagai komponen yang sangat kompleks.
Antara komponen yang satu dengan komponen lainnya memiliki hubungan yang
bersifat sistematik, maksudnya masing-masing komponen memiliki peranan
sendiri-sendiri tetapi memiliki hubungan yang saling terkait. Masing-masing
komponen dalam proses pembelajaran perlu dikelola secara baik. Tujuannya agar
masing-masing komponen tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menurut
Terry yang dikutip Syafaruddin, menyatakan bahwa manajemen merupakan proses
yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengendalian yang masing-masing bidang tersebut digunakan baik
ilmu pengetahuan maupun keahlian dan yang diikuti secara berurutan dalam rangka
usaha mencapai sasaran yang telah ditetapkan semua.
2.
TUJUAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN
manajemen pendidikan erat sekali
dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada
hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Apabila
dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat
mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.
Tujuan
pokok mempelajari manajemen pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik
dan metode yang sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat
terbatas seperti tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna
mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
3.
KEBIJAKAN TENTANG MANAJEMEN
PEMBELAJARAN
Salah satu
permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu
pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Berbagai usaha telah dilakukan
untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai
pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran,
perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan peningkatan mutu manajemen
pendidikan.
Pembelajaran
dapat diartikan sebagai suatu peristiwa atau situasi yang sengaja dirancang
dalam rangka membantu dan mempermudah proses belajar dengan harapan dapat
membangun kreatifitas siswa. Dengan demikian pendekatan pembelajaran lebih
menekankan kepada semua peristiwa yang dapat berpengaruh secara langsung kepada
efektifitas belajar siswa. Agar sistem pendidikan yang dilaksanakan di sekolah
mampu menghasilkan out put yang berkualitas maka sistem tersebut harus mampu
menciptakan sistem belajar yang berkualitas tinggi yang secara operasional
dapat dipresentasikan oleh proses pembelajaran yang berkualitas.
4.
PERAN GURU DALAM MANAJEMEN KELAS
Peranan guru sangat penting dalam pendidikan. Baik
buruknya suatu pendidikan dipengaruhi
oleh bagaimana seorang guru dapat menyampaikan atau mengajarkan ilmu
pengetahuan serta nilai-nilai kehidupan yang mampu membawa peserta didik
mewujudkan cita-citanya, baik untuk dirinya, keluarga,masyakarat dan bangsanya.
Terkait dengan pentingnya peran seorang guru,maka seorang guru harus memiliki
berbagai kemampuan, tidak hanya kemampuan akademik yang harus dimiliki oleh
seorang guru, akan tetapi bagaimana seorang guru mempunyai kemampuan untuk
memotivasi peserta didik, agar mau belajar yang nantinya akan meningkatkan
prestasi serta cita-cita peserta didik.
Lebih spesifiknya lagi peran yang dimaksud disini
berkaitan dengan peran guru dalam proses pembelajaran. Guru merupakan faktor
penentu yang sangat dominan dalam pendidikan pada umumnya, karena guru memegang
peranan dalam proses pembelajaran, dimana proses pembelajaran merupakan inti
dari proses pendidikan secara keseluruhan.
Peran
dan fungsi guru berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah. Di
antara peran tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Guru sebagai Pendidik
2.
Guru sebagai Pengajar
3.
Guru sebagai pembimbing
4.
Guru sebagai pelatih
5.
Guru sebagai panasehat
6.
Guru sebagai pembaruhan
7.
Guru sebagai model dan teladan
8.
Guru sebagai pribadi
9.
Guru sebagai pendorong kreatif
10.
Guru sebagai pekerja rutin
5.
KODE ETIK GURU
Kode Etik
Guru.Keguruan merupakan suatu jabatan profesional karena pelaksanaannya
menuntut keahlian tertentu melalui pendidikan formal yang khusus serta rasa
tanggung jawab tertentu dan para pelaksananya. Suatu profesi merupakan posisi
yang dipegang oleh orang-orang yang mempunyai dasar pengetahuan dan ketrampilan
dan sikap khusus tertentu dan mendapat pengakuan dan masyarakat sebagai suatu
keahlian. Keahlian tersebut menuntut dipenuhinya standar persiapan profesi
melalui pendidikan khusus, dan dilandasi oleh bidang keilmuan tertentu yang
secara terus-menerus dikembangkan melalui penelitian, serta pengalaman kerja
dalam bidang tersebut. Selanjutnya keanggotaan profesi menuntut keikutsertaan secara
aktif dalam ikatan profesi dan usaha-usaha pengembangan profesi melalui
penelitian dan pelaya
DAFTAR RUJUKAN
Nanang
Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan, (bandung: PT. Remaja Rosdakarya,
2004),15
Suharsimi
Arikunto, pengelolahan kelas dan siswa sebuah pendekatan evaluative, pt. Raja
Grafindo Persada, Jakarta, 1996, hlm. 7-8.
Lucchiana.2013.
Peran guru dalam pengelolaan kelas. Diakses dari (http://www.academia.edu/blogspot.com)
pada tanggal 1 maret 2016 mulyasa. 2010.
Terima kasih saudari Monica.
BalasHapusMateri nya sangat bagus
makasih sinta
HapusBlogg nya sangat luar biasa bermanfaat bagi kita para pembaca. ..trimakasih yah... Monica
BalasHapusmksih may
HapusTerimakasih, blognya bagus dan isinya sangat bermanfaat sekali.
BalasHapusBlognya bagus dan sangat bermanfaat
BalasHapusartkelnya sangat berguna dan bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus
BalasHapus