Kamis, 01 Agustus 2019

Tugas 2 MANAJEMEN DI KELAS SD


TUGAS MANAJEMEN KE-2

TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD










OLEH:
MONICA AMALIA: 1620174


DOSEN PEMBIMBING:
YESSI RIFMASARI, M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
(PGSD)
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) ADZKIA
PADANG
2019



A. Manajemen Pembelajaran

1.      KONSEP MANAJEMEN PEMBELAJARAN
Konsep Manajemen Pembelajaran Proses pembelajaran sangat terkait dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Antara komponen yang satu dengan komponen lainnya memiliki hubungan yang bersifat sistematik, maksudnya masing-masing komponen memiliki peranan sendiri-sendiri tetapi memiliki hubungan yang saling terkait. Masing-masing komponen dalam proses pembelajaran perlu dikelola secara baik. Tujuannya agar masing-masing komponen tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menurut Terry yang dikutip Syafaruddin, menyatakan bahwa manajemen merupakan proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian yang masing-masing bidang tersebut digunakan baik ilmu pengetahuan maupun keahlian dan yang diikuti secara berurutan dalam rangka usaha mencapai sasaran yang telah ditetapkan semua.

2.      TUJUAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN
manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum, karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal. Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 
Tujuan pokok mempelajari manajemen pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.
3.      KEBIJAKAN TENTANG MANAJEMEN PEMBELAJARAN
            Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan peningkatan mutu manajemen pendidikan. 
           Pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu peristiwa atau situasi yang sengaja dirancang dalam rangka membantu dan mempermudah proses belajar dengan harapan dapat membangun kreatifitas siswa. Dengan demikian pendekatan pembelajaran lebih menekankan kepada semua peristiwa yang dapat berpengaruh secara langsung kepada efektifitas belajar siswa. Agar sistem pendidikan yang dilaksanakan di sekolah mampu menghasilkan out put yang berkualitas maka sistem tersebut harus mampu menciptakan sistem belajar yang berkualitas tinggi yang secara operasional dapat dipresentasikan oleh proses pembelajaran yang berkualitas.

4.      PERAN GURU DALAM MANAJEMEN KELAS
              Peranan guru sangat penting dalam pendidikan. Baik buruknya suatu pendidikan   dipengaruhi oleh bagaimana seorang guru dapat menyampaikan atau mengajarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai kehidupan yang mampu membawa peserta didik mewujudkan cita-citanya, baik untuk dirinya, keluarga,masyakarat dan bangsanya. Terkait dengan pentingnya peran seorang guru,maka seorang guru harus memiliki berbagai kemampuan, tidak hanya kemampuan akademik yang harus dimiliki oleh seorang guru, akan tetapi bagaimana seorang guru mempunyai kemampuan untuk memotivasi peserta didik, agar mau belajar yang nantinya akan meningkatkan prestasi serta cita-cita peserta didik.           
            Lebih spesifiknya lagi peran yang dimaksud disini berkaitan dengan peran guru dalam proses pembelajaran. Guru merupakan faktor penentu yang sangat dominan dalam pendidikan pada umumnya, karena guru memegang peranan dalam proses pembelajaran, dimana proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan. Peran dan fungsi guru berpengaruh terhadap pelaksanaan pendidikan di sekolah. Di antara peran tersebut adalah sebagai berikut:
 
1.                Guru sebagai Pendidik
2.                Guru sebagai Pengajar
3.                Guru sebagai pembimbing
4.                Guru sebagai pelatih
5.                Guru sebagai panasehat
6.                Guru sebagai pembaruhan
7.                Guru sebagai model dan teladan
8.                Guru sebagai pribadi
9.                Guru sebagai pendorong kreatif
10.            Guru sebagai pekerja rutin

5.      KODE ETIK GURU
               Kode Etik Guru.Keguruan merupakan suatu jabatan profesional karena pelaksanaannya menuntut keahlian tertentu melalui pendidikan formal yang khusus serta rasa tanggung jawab tertentu dan para pelaksananya. Suatu profesi merupakan posisi yang dipegang oleh orang-orang yang mempunyai dasar pengetahuan dan ketrampilan dan sikap khusus tertentu dan mendapat pengakuan dan masyarakat sebagai suatu keahlian. Keahlian tersebut menuntut dipenuhinya standar persiapan profesi melalui pendidikan khusus, dan dilandasi oleh bidang keilmuan tertentu yang secara terus-menerus dikembangkan melalui penelitian, serta pengalaman kerja dalam bidang tersebut. Selanjutnya keanggotaan profesi menuntut keikutsertaan secara aktif dalam ikatan profesi dan usaha-usaha pengembangan profesi melalui penelitian dan pelaya





DAFTAR RUJUKAN
Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan, (bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004),15
Suharsimi Arikunto, pengelolahan kelas dan siswa sebuah pendekatan evaluative, pt. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1996, hlm. 7-8.
Lucchiana.2013. Peran guru dalam pengelolaan kelas. Diakses dari (http://www.academia.edu/blogspot.com) pada tanggal 1 maret 2016 mulyasa. 2010.

8 komentar:

TUGAS 14 MEMBINA SEKOLAH DENGAN HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM MELAKASANAKAN DISIPLIN SEKOLAH

MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH A.     Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masya...