Menciptakan suasana kelas yang efektif
A.
Kondisi belajar yang Efektif
Siswa
dapat belajar dengan baik dalam suasana yang wajar, tanpa tekanan dalam kondisi
yang merangsang untuk belajar. Madri M. dan Rosmawati menulis, bahwa terjadinya
proses pembelajaran itu ditandai dengan dua hal yaitu : (1) siswa menunjukkan
keaktifan, seperti tampak dalam jumlah curahan waktunya untuk melaksanakan
tugas ajar, (2) terjadi perubahan perilaku yang selaras dengan tujuan
pengajaran yang diharapkan.
Untuk
menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar, maka diperlukan
pengorganisasian kelas yang memadai. Dalam hal ini akan diuraikan beberapa
suasana yang efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran:
1. Suasana Belajar yang Menyenangkan
2. Suasana Bebas
3. Pemilihan Media Pengajaran dan
Metode yang Sesuai
4. Melibatkan
siswa secara aktif
5. Menarik minat
dan perhatian siswa
6. Membangkitkan
motivasi siswa
7. Memberikan
pelayanan individu siswa
B.
Suasana Pembelajaran Yang Menyenangkan
Dalam
suatu pembelajaran IPA tentang cahaya dan lensa Bu Murti (hasil observasi
langsung di kelas V) tidak menggunakan buku paket IPA SD tetapi mencoba
membantu pemahaman murid tentang cahaya dan lensa dengan mengajak mereka
melakukan kegiatan sendiri menggunakan peralatan yang setiap hari ditemui di
sekitar mereka. Bu Murti membawa berbagai jenis kacamata yang dibelinya dari
tukang loak. Dia juga membawa lilin. Siswa juga diminta membawa kacamata bekas
ayah, ibu atau kakak mereka.
Tiga
contoh di atas, betul-betul sudah dilakukan dan menunjukan hasil yang baik. Hal
ini menunjukkan bahwa belajar menjadi efektif dan menyenangkan jika dilakukan
dalam suasana yang santai dan melibatkan murid secara aktif. Guru tidak
berperan sebagai figur yang memaksakan kehendaknya untuk dituruti murid tetapi
lebih sebagai teman bermain serta teman yang memahami dan selalu memotivasi
mereka. Tidak hanya murid yang merasa senang dalam pembelajaran seperti yang
dicontohkan di atas, tetapi gurupun akan mengalami bahwa mengajar itu sangat
menyenangkan. Gurupun akan dapat melaksanakan tugas mengajarnya dengan
sunguh-sungguh karena dia menyenangi profesinya sebagai guru.
Dari
berbagai contoh diatas, apabila kita sebagai guru dapat melaksanakan dan
mengembangkan yang lebih kreatif dapat mencipatakan suatu pembelajaran dikelas
lebih hidup dan bermakana. Lagipula dapat dilaksanakan dengan rasa penuh
disiplin, tanggungjawab, dedikasi serta loyalitas yang tinggi , tidak mustahil
akan tercipta Sumber Daya Manusia ( SDM) Indonesia yang handal dan mampu
berkompetatif dengan bangsa-bangsa didunia ini dalam rangka menyongsong Era
Globalisasi 2012.
Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan:
1.
Ciptakan iklim yang nyaman buat anak
didik Anda
Iklim yang
nyaman akan menghilangkan kecanggungan siswa, baik sesama guru maupun antar
siswa sendiri. Hal ini juga bisa mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan,
sehingga komunikasi antara pendidik dan anak didik dapat terbangun. Sebagai
pengajar, Anda dapat menjelaskan kepada siswa bahwa tidak akan ada siswa lain
yang akan mengejek ketika ia bertanya. Beri motivasi kepada siswa bahwa dengan
bertanya, akan memudahkannya untuk lebih mengetahui tentang sesuatu hal daripada
hanya diam mendengarkan.
2. Dengarkan dengan serius setiap
komentar atau pertanyaan yang diajukan oleh siswa Anda.
Jika siswa
Anda mengajukan pertanyaan, sebisa mungkin fokus dan memperhatikannya. Meski
sederhana, hal ini akan menumbuhkan kepercayaan diri siswa karena ia merasa
diperhatikan. Seringkali siswa merasa kurang percaya diri sehingga enggan untuk
memberikan kontribusi di dalam kelas. Nah, tugas Anda sebagai pengajar,
membangun kepercayaan diri siswa dengan menunjukkan perhatian-perhatian saat
siswa merasa sedang ingin didengarkan.
3. Jangan ragu memberikan pujian kepada
siswa
Anda juga
bisa mencoba dengan memuji setiap komentar yang diajukan oleh anak didik Anda.
Misalnya, "Oh, itu ide yang sangat bagus" ,atau "Pertanyaan kamu
bagus, itu tidak pernah saya pikirkan sebelumnya”.
4.
Beri pertanyaan yang mudah dijawab
Jika hal
di atas belum juga berhasil untuk mengajak siswa memberikan komentar atau
pertanyaan, giliran Anda untuk mengajukan pertanyaan memancing yang bisa
membuat anak didik Anda tidak lagi bungkam di dalam kelas. Pastikan pertanyaan
Anda mampu dijawab oleh siswa, sehingga saat menjawab secara tidak langsung
melatih siswa untuk berbicara. Saat siswa sudah mulai merespon, beri senyum
kepada siswa yang sudah berkomentar. Hal ini akan mengurangi rasa canggung yang
biasa ia perlihatkan.
5.
Biarkan siswa mengetahui pelajaran
sebelum kelas dimulai
Minta agar
para siswa mempelajari bahan yang nantinya akan Anda tanyakan. Sehingga, ia
akan mempersiapkannya terlebih dulu. Jika saat anda bertanya dan
para siswa tidak merespon, ubah format pertanyaan anda yang hanya membutuhkan
jawaban "ya" atau "tidak".
6.
Controlling
Kontrol
para siswa dengan alat kontrol yang Anda miiliki. Gunanya adalah untuk
mengetahui seberapa banyak siswa yang biasanya berpartisipasi dalam kelas. Jika
Anda menemukan beberapa siswa yang tingkat partisipasinya dalam kelas sangat
kurang, maka ajak ia berkomunikasi secaraa pribadi. Mungkin dengan begitu ia
akan merasa percaya diri. Selain itu, jika yang Anda temukan hanyalah
permasalahan kurang percaya yang menjadikannya diam selama kelas berlangsung,
maka tugas Anda selanjutnya adalah memberi ia tugas yang bisa membantunya untuk
berkomunikasi. Misalnya, tugas berpidato dalam kelas.
Selain
itu, keakraban antara guru dan siswa sangat menentukan keberhasilan belajar
bagi siswa. Jika hal ini terjalin suasana belajar akan lebih santai dan siswa
akan lebih mudah menangkap pelajaran. Siswa tidak akan merasa sungkan bertanya
jika mereka tidak mengerti karena salah satu jalan membuat siswa cepat mengerti
adalah dengan cara bertanya. Mengajar kelompok kecil dan perorangan merupakan
suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap
setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan
peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik yang lain.
Khusus dalam melakukan pembelajaran perorangan perlu diperhatikan kemampuan dan
kematangan berfikir peserta didik, agar apa yang disampaikan bisa diserap dan
diterima oleh peserta didik. Penguasaan terhadap semua ketrampilan mengajar di
atas harus utuh dan terintegrasi, sehingga diperlukan latihan yang sistematis,
misalnya melalui pembelajaran mikro.
Seluruh
sekolah yang bertaraf nasional dan internasional, jumlah siswa dibatasi dalam
setiap kelas maksimal 32 siswa.
Hal ini
ditetapkan agar guru bisa lebih mudah memberikan pelajaran dengan baik dan
siswa juga akan mudah menangkap yang nantinya akan mendapatkan hasil yang baik
pula.
Selain itu
juga bagian sarana dan prasarana disekolah akan lebih mudah menyediakan alat
praktikum sesuai dengan jumlah siswa seperti komputer, alat praktik IPA,
peralatan olahraga, labor bahasa dan lain-lain. Dan juga guru menyampaikan
materi pembelajaran dikelas dengan menggunakan alat multimedia. Bagi guru yang
kreatif mereka membuat animasi karikatur dalam pembelajaran sehingga siswa
tidak merasa jenuh. Bagian kurikulum juga harus memikirkan bagaimana agar
siswa juga dapat menerima pembelajaran dengan baik dengan cara menyusun
jadwal pelajaran dengan rapi. Dalam satu hari siswa jangan diberikan pelajaran
yang berumus, harus diselingi dengan mata pelajaran yang lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Slameto.
1995. Belajar dan Faktor - Faktor Belajar yang Mempengaruhi. Jakarta.
rineka cipta.
Sri
Esti Wuryani Djiwandono. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Grasindo.
Departemen
Pendidikan Nasional.2003 Kegiatan Belajar Mengajar
Yang Efektif.Jakarta Departemen Pendidikan Nasional.
Sangat bermanfaat
BalasHapusbaik dan bagus
BalasHapusMaterinya sangat bagus
BalasHapusTrimakasih atas informasinya dalam manajemen kelas, mater ini sangat bermanfaat untuk saya
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusGood
BalasHapus