PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS
A.
PRINSIP MANAJEMEN KELAS
Pengelolaan
kelas mengandung pengertian yaitu, proses pengelolaan kelas untuk menciptakan
suasana dan kondisi kelas yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif.
Sedangkan prinsip dasar pengelolaan kelas adalah pegangan atau acuan yang
dimiliki sebagai pokok dasar berfikir atau bertindak bagi seorang pendidik
dalam usaha menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta
mengembalikan kondisinya bila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran.
Tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak dapat bekerja dengan tertib
sehingga tercapai tujuan pengajaran yang efektif. Sebagai indikator dari sebuah
kelas yang tertib adalah:
1. Setiap anak harus bekerja, tidak
macet artinya tidak ada anak yang terhenti karena tidak tahu akan tugas yang
harus diselesaikan atau tidak dapat melakukan tujuan yang diberikan kepadanya.
2. Setiap anak terus melakukan
pekerjaaan tanpa membuang waktu, artinya setiap anak berlajar secepatnya agar
cepat menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.
Pengelolaan
kelas sangat dibutuhkan untuk kelangsungan belajar mengajar yang optimal dan
menghindari terjadinya gangguan dalam pengelolaan kelas. Jadi, berdasarkan
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas adalah keterampilan
guru menciptakan dan memilihara kondisi belajar yang optimal.
B.
permasalahan dalam prinsip manajemen kelas.
Menurutt
Marzano dan Pickering masalah manajemen kelas merupakan situasi-situasi dalam
kelas yang dapat mengurangi intensitas pembelajaran atau situasi-situasi yang
dapat menyebabkan kesedihan, baik pada siswa maupun guru (Jacobsen, 2009:62).
Terdapat banyak faktor yang menyebabkan terjadinya masalah pada manajemen kelas, antara lain sebagai berikut (Djamarah, 2005:173):
Terdapat banyak faktor yang menyebabkan terjadinya masalah pada manajemen kelas, antara lain sebagai berikut (Djamarah, 2005:173):
1. Kurang kesatuan, misalnya dengan
adanya kelompok-kelompok, klik-klik, dan pertentangan jenis kelamin.
2. Tidak ada standar perilaku dalam
bekerja kelompok, misalnya ribut, bercakap-cakap, pergi ke sana kemari, dan
sebagainya.
3. Reaksi negatif terhadap anggota
kelompok, misalnya bermusuhan, mengucilkan, dan merendahkan kelompok
bodoh.
4. Kelas mentoleransi
kekeliruan-kekeliruan temannya, menerima, dan mendorong perilaku anak didik
yang keliru.
5. Mudah bereaksi ke hal-hal
negatif/terganggu, misalnya bila didatangi monitor, tamu-tamu, iklim yang
berubah, dan sebagainya.
6. Moral rendah, permusuhan, agresif,
misalnya dalam lembaga yang alat-alat belajarnya kurang, kekurangan uang, dan
lain-lain.
7. Tidak mampu menyesuaikan dengan
lingkungan yang berubah, seperti tugas-tugas tambahan, anggota kelas yang baru,
situasi baru, dan sebagainya.
C. KEBIJAKAN TENTANG
PRINSIP MANAJEMEN KELAS
sekolah dasar dapat dikategorikan sebagai institusi atau
lembaga pendidikan. Sebagai institusi atau lembaga pendidikan, sekolah
dasar menyelenggarakan berbagai aktivitas pendidikan bagi anak didik dan
melibatkan banyak komponen, sehingga aktivitas maupun komponen pendidikan di
sekolah dasar menuntut adanya manajemen yang baik dalam rangka mencapai tujuan
institusional sekolah dasar.
Tampaknya, tidak ada kesuksesan penyelenggaraan pendidikan
di sekolah dasar tanpa adanya manajemen yang baik di dalamnya.
Beberapa hal kebijakan yang harus
dilakukan, yaitu:
1. Analisis
kebutuhan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan sekolah
2. Penyusunan
program hubungan sekolah dengan masyarakat
3. Pembagian tugas melaksanakan program
hubungan sekolah dengan masya-rakat
4. Menciptakan hubungan sekolah dengan
orang tua siswa
5. Mendorong orang tua menyediakan
lingkungan belajar yang efektif
6. Mengadakan
komunikasi dengan tokoh masyarakat
7. Mengadakan kerjasama dengan instansi
pemerintah dan swasta
8. Mengadakan kerjasama dengan
organisasi sosial keagamaan
9. Pemantauan hubungan sekolah dengan
masyarakat
10. Penilaian
kinerja hubungan sekolah dengan masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
Djamarah., dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar
Mengajar. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Mulyasa. 2007. Menjadi Guru Profesional.
Bandung : PT Remaja Rosda Karya.
Bagus sekali materinya
BalasHapusmenark dan saya sangat suka
BalasHapusMaterinya bagus
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih
BalasHapusMaterinya bagus
BalasHapus