Selasa, 27 Agustus 2019

TUGAS 7 PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS


PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS


A.    PRINSIP MANAJEMEN KELAS
Pengelolaan kelas mengandung pengertian yaitu, proses pengelolaan kelas untuk menciptakan suasana dan kondisi kelas yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif. Sedangkan prinsip dasar pengelolaan kelas adalah pegangan atau acuan yang dimiliki sebagai pokok dasar berfikir atau bertindak bagi seorang pendidik dalam usaha menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta mengembalikan kondisinya bila terjadi gangguan dalam proses pembelajaran. Tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak dapat bekerja dengan tertib sehingga tercapai tujuan pengajaran yang efektif. Sebagai indikator dari sebuah kelas yang tertib adalah: 
1.      Setiap anak harus bekerja, tidak macet artinya tidak ada anak yang terhenti karena tidak tahu akan tugas yang harus diselesaikan atau tidak dapat melakukan tujuan yang diberikan kepadanya.
2.      Setiap anak terus melakukan pekerjaaan tanpa membuang waktu, artinya setiap anak berlajar secepatnya agar cepat menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.
Pengelolaan kelas sangat dibutuhkan untuk kelangsungan belajar mengajar yang optimal dan menghindari terjadinya gangguan dalam pengelolaan kelas. Jadi, berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memilihara kondisi belajar yang optimal.

B.      permasalahan dalam prinsip manajemen kelas.
Menurutt Marzano dan Pickering masalah manajemen kelas merupakan situasi-situasi dalam kelas yang dapat mengurangi intensitas pembelajaran atau situasi-situasi yang dapat menyebabkan kesedihan, baik pada siswa maupun guru (Jacobsen, 2009:62).
Terdapat banyak faktor yang menyebabkan terjadinya masalah pada manajemen kelas, antara lain sebagai berikut (Djamarah, 2005:173):
1.      Kurang kesatuan, misalnya dengan adanya kelompok-kelompok, klik-klik, dan pertentangan jenis kelamin. 
2.      Tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok, misalnya ribut, bercakap-cakap, pergi ke sana kemari, dan sebagainya. 
3.      Reaksi negatif terhadap anggota kelompok, misalnya bermusuhan, mengucilkan, dan merendahkan kelompok bodoh. 
4.      Kelas mentoleransi kekeliruan-kekeliruan temannya, menerima, dan mendorong perilaku anak didik yang keliru. 
5.      Mudah bereaksi ke hal-hal negatif/terganggu, misalnya bila didatangi monitor, tamu-tamu, iklim yang berubah, dan sebagainya. 
6.      Moral rendah, permusuhan, agresif, misalnya dalam lembaga yang alat-alat belajarnya kurang, kekurangan uang, dan lain-lain. 
7.      Tidak mampu menyesuaikan dengan lingkungan yang berubah, seperti tugas-tugas tambahan, anggota kelas yang baru, situasi baru, dan sebagainya.

C.     KEBIJAKAN TENTANG PRINSIP MANAJEMEN KELAS
sekolah dasar dapat dikategorikan sebagai institusi atau lembaga pendidikan.  Sebagai institusi atau lembaga pendidikan, sekolah dasar menyelenggarakan berbagai aktivitas pendidikan bagi anak didik dan melibatkan banyak komponen, sehingga aktivitas maupun komponen pendidikan di sekolah dasar menuntut adanya manajemen yang baik dalam rangka mencapai tujuan institusional sekolah dasar.
Tampaknya, tidak ada kesuksesan penyelenggaraan pendidikan di sekolah dasar tanpa adanya manajemen yang baik di dalamnya.
Beberapa hal kebijakan yang harus dilakukan, yaitu:
1.      Analisis kebutuhan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan sekolah
2.      Penyusunan program hubungan sekolah dengan masyarakat
3.       Pembagian tugas melaksanakan program hubungan sekolah dengan masya-rakat
4.       Menciptakan hubungan sekolah dengan orang tua siswa
5.       Mendorong orang tua menyediakan lingkungan belajar yang efektif
6.      Mengadakan komunikasi dengan tokoh masyarakat
7.       Mengadakan kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta
8.       Mengadakan kerjasama dengan organisasi sosial keagamaan
9.       Pemantauan hubungan sekolah dengan masyarakat
10.  Penilaian kinerja hubungan sekolah dengan masyarakat.



DAFTAR PUSTAKA

Djamarah., dan Aswan Zain. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Mulyasa. 2007. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT Remaja Rosda Karya.

5 komentar:

TUGAS 14 MEMBINA SEKOLAH DENGAN HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM MELAKASANAKAN DISIPLIN SEKOLAH

MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH A.     Konsep Dasar Hubungan Sekolah Dengan Masya...